NAMA : ERFINA
NIM: 13 3145 301 370
A. SOAL PILIHAN GANDA
1. Visi misi badan kependudukan KB Nasional adalah
a. VISI Penduduk Tumbuh Seimbang Tahun 2015
b. MISI Mewujudkan Pembangunan Berwawasan Kependudukan dan Mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera
c. VISI Meningkatkan kesejahteraan melahirkan bagi KB
d. jawaban a dan b benar,,
2. Apa program, visi misi pemda kukar ?
a. Program gerbang Raja
b. VISI Menuju Terwujudnya Masyarakat Kutai Kartanegara yang Sejahtera dan Berkeadilan Sejahtera
c. MISI pemerintahan good governance. Meningkatkan kualitas SDM
d. Menumbuhkan perekonomian dan pengembangan usaha rakyat , penciptaan lapangan pekerjaan. Meningkatkan sumber-sumber pendapatan dana pengembangan potensi serta daya saing agribisnis, industry dan pariwisata Meningkatkan pemerataan infrastruktur. pembangunan berwawasan lingkungan dan pelestarian sumber daya alam. Meningkatkan peran dan partisipasi perempuan
3. Apa kepanjangan dari Badan KBPPPA?
a. Badan keluarga Berencana Pemperdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak..
b. Badan Kesejahteraan Keluarga Berencana Pemperdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
c. Badan Kesejahteraan Keluarga Pemperdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
d. Badan Kesehatan keluarga Berencana Pemperdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
4. Apa saja Tujuan KB :
a. Mencegah kehamilan karena alasan pribadi
b. Menjarangkan kehamilan
c. Membatasai jumlah anak
d. awaban a b c benar
5. Apa saja Manfaat KB Bagi Ibu :
a. Perbaikan kesehatan Peningkatan kesehatan
b. Waktu yang cukup untuk mengasuh anak Waktu yang cukup untuk istirahat
c. Menikmati waktu luang Dapat melakukan kegiatan lain
d. jawaban a,b, c benar
Selasa, 02 September 2014
Minggu, 31 Agustus 2014
Komunikasi Terapeutik
Komunikasi Terapeutik Dalam Kebidanan
1. pengertian
komunikasi terapeutik merupakan hubungan interpesonal antara bidan dengan pasien, dalam hubungan ini bidan dan pasien memperoleh pengalaman belajar
bersama dalam rangka memperbaiki pengalaman emosional pasien.
2. tujuan
- Membantu pasien memperjelas dan mengurangi beban perasaan serta pikiran.
- Membantu mengambil tindakan yang efektif untuk pasien.
- Membantu mempengaruhi orang lain, lingkungan fisik dan diri sendiri.
3. manfaat
- Mendorong dan menganjurkan kerjasama antara bidan-pasien.
- Mengidentifikasi, mengungkap perasaan dan mengkaji masalah serta mengevaluasi tindakan yang dilakukan bidan
- Memberikan pengertian tingkah laku pasien dan membantu pasien mengatasi masalah yang dihadapi
- Mencegah tindakan yang negatif terhadap pertahanan diri pasien.
4. Ciri - ciri komunikasi terapeutik
- Terjadi antara bidan dengan pasien
- Mempunyai hubungan akrab dan mempunyai tujuan.
- Berfokus pada pasien yang membutuhkan bantuan.
- Bidan dengan aktif, mendengarkan dan memberikan respon pada pasien.
5. Unsur komunikasi terapeutik
- Ada sumber proses komunikasi.
- Pesan disampaikan dengan penyandian balik (verbal & non verbal).
- Ada penerima
- Lingkungan saat komunikasi berlangsung
6. Komunikasi terapeutik dalam kebidanan meliputi :
- Pengkajian
Menentukan
kemampuan dalam proses informasi; mengevaluasi data tentang status
mental pasien; mengevaluasi kemampuan pasien dalam berkomunikasi; mengobservasi
kejadian yang terjadi; mengidentifikasi perkembangan pasien; menentukan sikap pasien;
mengkaji tingkat kecemasan pasien.
- Rencana tujuan
Membantu pasien
untuk memenuhi kebutuhan sendiri; membantu pasien menerima pengalaman;
meningkatkan harga diri pasien; memberi support; tenaga kesehatan dan pasien sepakat untuk berkomunikasi
secara terbuka.
- Implementasi
Memperkenalkan
diri pada pasien; memulai interaksi dengan pasien; membantu pasien
mendapatkan gambaran pengalamannya; menganjurkan pasien untuk mengungkapkan
perasaan; menggunakan komunikasi untuk meningkatkan harga diri
pasien.
- Evaluasi
Pasien dapat
mengembangkan kemampuan dalam mengkaji dan memenuhi kebutuhan; komunikasi menjadi lebih jelas, terbuka, dan
terfokus pada masalah; membantu menciptakan lingkungan yang dapat mengurangi kecemasan.
Kamis, 01 Mei 2014
A.
KONSEP
DASAR MANAJEMEN KEBIDANAN
Akar atau dasar manajemen kebidanan,
adalah ilmu manajemen secara umum. Dengan mempelajari teori manajemen, maka
diharapkan bidan dapat menjadi manajer ketika mendapat kedudukan sebagai
seorang pimpinan, dan sebaliknya dapat melakukan pekerjaan yang baik pula
ketika bawahan dalam suatu system organisasi kebidanan. Demikian pula dalam hal
memberikan pelayanan kesehatan pada kliennya, seorang bidan haruslah menjadi
manager yang baik dalam rangka pemecahan masalah dari klien tersebut.
1. Pengertian Manajemen Kebidanan
Manajemen asuhan kebidanan
atau yang sering disebut manajemen kebidanan adalah suatu metode berpikir dan
bertindak secara sistematis dan logis dalam memberi asuhan kebidanan, agar
menguntungkan kedua belah pihak baik klien maupun pemberi asuhan.
Pengertian manajemen kebidanan
menurut beberapa sumber
a. Buku 50 Tahun IBI, 2007
Manajemen kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis mulai dari pengkajian, analisis data, diagnosis kebidanan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
Manajemen kebidanan adalah pendekatan yang digunakan oleh bidan dalam menerapkan metode pemecahan masalah secara sistematis mulai dari pengkajian, analisis data, diagnosis kebidanan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.
b. Menurut Depkes RI, 2005
Manajemen kebidanan adalah metode dan pendekatan pemecahan masalah ibu dan anak yang khusus dilakukan oleh bidan dalam memberikan asuhan kebidanan kepada individu, keluarga dan masyarakat.
Manajemen kebidanan adalah metode dan pendekatan pemecahan masalah ibu dan anak yang khusus dilakukan oleh bidan dalam memberikan asuhan kebidanan kepada individu, keluarga dan masyarakat.
c. Menurut Helen Varney (1997)
Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan-penemuan, keteranpilan dalam rangkaian tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan berfokus pada klien.
Manajemen kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan-penemuan, keteranpilan dalam rangkaian tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan berfokus pada klien.
Sesuai dengan
perkembangan pelayanan kebidanan, maka bidan diharapkan lebih kritis dalam
melaksanakan proses manajemen kebidanan untuk mengambil keputusan. Menurut
Helen Varney, ia mengembangkan proses manajemen kebidanan ini dari 5 langkah
menjadi 7 langkah yaitu mulai dari pengumpulan data sampai dengan evaluasi.
Bidan mempunyai
fungsi yang sangat penting dalam asuhan yang mandiri, kolaborasi, dan melakukan
rujukanyang tepat. Oleh karena itu, bidan dituntut untuk mampu mendeteksi dini
tanda dan gejala komplikasi kehamilan, memberikan pertolongan kegawatdaruratan
kebidanan dan perinatal dan merujuk kasus. Praktek kebidanan telah mengalami
perluasan peran dan fungsi dari focus terhadap ibu hamil, bersalin, nifas, bayi
baru lahir serta anak balita bergeser kepada upaya mengantisipasi tuntutan
kebutuhan masyarakat yang dinamis yaitu menuju kepada pelayanan kesehatan
reproduksi sejak konsepsi, persalinan, pelayanan ginekologis, kontrasepsi,
asuhan pre dan post menopause, sehingga hal ini merupakan suatu tantangan bagi
bidan.
Asuhan yang
diberiakan oleh bidan harus dicatat secara benar, singkat, jelas, logis dan
sistematis sesuai dengan metode pendokumentasian. Dokumentasi sangat penting
artinya baik bagi pemberi asuhan maupun penerima pelayanan asuhan kebidanan,
dan dapat digunakan sebagai data otentik bahwa asuhan telah dilaksanakan.
Bidan sebagai
tenaga kesehatan yang professional memberikan asuhan kepada klien memiliki kewajiban
memberikan asuhan untuk menyelamatkan ibu dan anak dari gangguan kesehatan.
Asuhan yang dimaksud adalah asuhan kebidanan. Secara definitive, asuhan
kebidanan dapat diartikan sebagai bantuan yang diberikan oleh bidan kepada
individu ibu atau anak. Asuhan kebidanan merupakan bagian dari pelayanan
kesehatan yang diarahkan untuk mewujudakan kesehatan kelaurga dalam rangka
tercapainya keluarga kecil bahagia sejahtera.
Untuk
melaksanakan asuhan tersebut digunakan metode dan pendekatan yang disebut manajemen
kebidanan. Metode dan pendekatan digunakan untuk mendalami permasalahan yang
dialami oleh klien, dan kemudian merumuskan permasalahan tersebut serta
akhirnya mengambil langkah pemecahannya. Manajemen kebidanan membantu proses
berfikir bidan dalam melaksanakan asuhan dan pelayanan kebidanan.
Dalam
melaksanakan tugasnya pada pelayanan kebidanan, seorang bidan melakukan
pendekatan dengan metode pemecahan masalah yang dikenal dengan manajemen
kebidanan
Manajemen
kebidanan untuk mengaplikasikan pendekatan itu, adalah :
1. Identifikasi dan analisis masalah
yang mencakup pengumpulan data objektif
dan analisis dari data yang dikumpul/dicatat
2. Perumusan (diagnosis) masalah utama,
masalah yang mungkin akan timbul (potensial) serta penentuan perlunya konsultasi,
kolaborasi, dan rujuakan.
3. Penyusunan rencana tindakan
berdasarkan hasil perumusan.
4. Pelaksanaan tindakan kebidanan
sesuai dengan kewenangannya.
5. Evaluasi hasil tindakan. Hasil
evaluasi ini digunakan untuk menentukan tingkat keberhasilan tindakan kebidanan
yang telah dilakukan dan sebagai bahan tindak lanjut.
Semua tahapan
dari manajemen kebidanan ini didokumentasi sebagai bahan tanggung jawab dan
tanggung gugat dan juga untuk keperluan lain seperti referensi serta
penelitian.
Langganan:
Komentar (Atom)